Riki Yahya, 25 Agustus 2009
Apakah film Indonesia berbobot?
Film dapat berarti gambar hidup, biasa juga disebut dengan movie. Secara kolektif sering disebut sinema. Gambar hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan dan juga bisnis.
Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi.
Banyak kategori film-film. Mulai dari film religi, kebangsaan, komedi hingga horor. Pernahkah Anda menilai film Indonesia?
Bukan maksud mencela atau menjelekkan film karya anak negeri, tapi layaknya sebagai roda yang berputar, film Indonesia mengalami pasang surut atau justru terus berada di bawah?
Film Indonesia sangat jarang go internasional, entah karena apa, yang pasti film Indonesia terlalu membosankan. Dari jalan cerita, kualitas gambar, kualitas kru, hingga artisnya sendiri masih kurang. (Hehehe...gayanya udah kaya pengamat film ye?!!-red)
Jangankan membandingkan dengan film Hollywood, dengan film Thailand saja masih kalah, bahkan film yang membosankan sekalipun seperti bollywood, huff lagi-lagi kalah.
Kalau kita menengok film-film Indonesia dewasa ini, pasti ga jauh dari horor, komedi, romansa, dan yang lebih memalukan, film tersebut menonjolkan sisi asusila!!! Gila!!! Jadi dengan itu mereka menarik penonton??!!
Jika saya menilai, dari semua kategori film di Indonesia yang paling buruk adalah film horor. Bisa anda bayangkan film horor itu ceritanya ga serem, ga nakutin, ga buat merinding, tapi malah jayus (ga lucu-red), lebay, dan lebih menjurus ke cerita porno. Duh, pempek di lodeh, capek deh!!!
Terus film komedi??? Ga jauh dari horor, lagi-lagi porno, porno, dan porno. Mereka itu tau ga sih makna film horor ato komedi??? Cobalah kalian nilai jalan cerita film yang anda buat!!! Sudah sesuai dengan yang diinginkan blom??? Jangan cuma andalkan porno untuk menarik penonton!!! Woi inget, kita hidup di Indonesia, negara yang mempunyai asas ketimuran. Malu!!! Dimana adab kalian???!!!
Dibalik itu semua film religi juga film nuansa kebangsaan patut diacungi jempol. Mereka juga sempat merajai film di tanah air kita. Yah, meski lama kelamaan makin banyak cerita dan tema yang sama.
Sekali lagi saya ga bermaksud mencela film karya anak negeri, sayapun belum tentu dapat membuat film seperti kalian (hehehe, songong ye-red). Ya saya cuma menilai apa yang saya ga suka aja, abisnya filmnya ngebosenin banget. Mending nonton sinetron daripada layar lebar.
Tujuan utamanya adalah memancing anak negeri yang kreatif untuk membuat film yang bagus, keren, dan dapat diakui oleh seluruh negeri bahkan dunia sekalipun.
Hidup film Indonesia!!!!
I love you full!!!
Apakah film Indonesia berbobot?
Film dapat berarti gambar hidup, biasa juga disebut dengan movie. Secara kolektif sering disebut sinema. Gambar hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan dan juga bisnis.
Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi.
Banyak kategori film-film. Mulai dari film religi, kebangsaan, komedi hingga horor. Pernahkah Anda menilai film Indonesia?
Bukan maksud mencela atau menjelekkan film karya anak negeri, tapi layaknya sebagai roda yang berputar, film Indonesia mengalami pasang surut atau justru terus berada di bawah?
Film Indonesia sangat jarang go internasional, entah karena apa, yang pasti film Indonesia terlalu membosankan. Dari jalan cerita, kualitas gambar, kualitas kru, hingga artisnya sendiri masih kurang. (Hehehe...gayanya udah kaya pengamat film ye?!!-red)
Jangankan membandingkan dengan film Hollywood, dengan film Thailand saja masih kalah, bahkan film yang membosankan sekalipun seperti bollywood, huff lagi-lagi kalah.
Kalau kita menengok film-film Indonesia dewasa ini, pasti ga jauh dari horor, komedi, romansa, dan yang lebih memalukan, film tersebut menonjolkan sisi asusila!!! Gila!!! Jadi dengan itu mereka menarik penonton??!!
Jika saya menilai, dari semua kategori film di Indonesia yang paling buruk adalah film horor. Bisa anda bayangkan film horor itu ceritanya ga serem, ga nakutin, ga buat merinding, tapi malah jayus (ga lucu-red), lebay, dan lebih menjurus ke cerita porno. Duh, pempek di lodeh, capek deh!!!
Terus film komedi??? Ga jauh dari horor, lagi-lagi porno, porno, dan porno. Mereka itu tau ga sih makna film horor ato komedi??? Cobalah kalian nilai jalan cerita film yang anda buat!!! Sudah sesuai dengan yang diinginkan blom??? Jangan cuma andalkan porno untuk menarik penonton!!! Woi inget, kita hidup di Indonesia, negara yang mempunyai asas ketimuran. Malu!!! Dimana adab kalian???!!!
Dibalik itu semua film religi juga film nuansa kebangsaan patut diacungi jempol. Mereka juga sempat merajai film di tanah air kita. Yah, meski lama kelamaan makin banyak cerita dan tema yang sama.
Sekali lagi saya ga bermaksud mencela film karya anak negeri, sayapun belum tentu dapat membuat film seperti kalian (hehehe, songong ye-red). Ya saya cuma menilai apa yang saya ga suka aja, abisnya filmnya ngebosenin banget. Mending nonton sinetron daripada layar lebar.
Tujuan utamanya adalah memancing anak negeri yang kreatif untuk membuat film yang bagus, keren, dan dapat diakui oleh seluruh negeri bahkan dunia sekalipun.
Hidup film Indonesia!!!!
I love you full!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar